Showing posts with label Kunyit. Show all posts
Showing posts with label Kunyit. Show all posts

Monday, December 1, 2014

Ini Enam Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan

Kunyit merupakan rempah-rempah yang sering digunakan untuk memberikan warna alami pada makanan menjadi kuning.  Lebih dari itu, kunyit ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut enam manfaat kunyit.
1. Meredakan sakit perut
Rasa mulas atau sakit perut dapat hilang dengan mengosumsi kunyit? Berdasarkan sebuah penelitian tahun 1989, suplemen yang berasal dari kunyit ternyata lebih efektif untuk mengatasi perut mulas dan gejala gangguan pencernaan dibandingkan pemberian plasebo.

2. Mencegah serangan jantung
Kunyit mengandung kurkumin. Zat inilah yang dinilai ada di balik banyaknya manfaat kunyit bagi kesehatan. Sebuah studi tahun 2012 meneliti kandungan kurkumin pada kunyit yang dinilai mampu mencegah serangan jantung. Penelitian ini diikuti 121 pasien yang menjalani operasi bypass jantung antara tahun 2009 dan 2011.

Tiga hari sebelum operasi, sebagian pasien meminum kapsul kurkumin, sementara sisanya meminum pil plasebo. Hasilnya, 30 persen pasien yang diberi pil plasebo mengalami serangan jantung, dan hanya 13 persen pasien yang meminum kurkumin mengalami serangan jantung. Meski kurkumin tidak digunakan sebagai pengganti obat-obatan, peneliti menemukan bahwa kurkumin sebagai antioksidan dan anti-inflamasi membuat pasien yang operasi bypass lebih rendah 65 persen terkena serangan jantung.
3. Mencegah diabetes
Berdasarkan hasil studi 2012, meminum kapsul kurkumin juga dinyatakan dapat menunda seseorang pradiabetes menjadi diabetes tipe 2. Lebih dari sembilan bulan, peserta penelitian diberikan suplemen kurkumin atau kapsul plasebo. Hasilnya, hanya lebih dari 16 persen dari orang yang mengosumsi pil plasebo didiagnosis dengan diabetes tipe 2.

4. Melawan kanker
Khasiat kunyit dapat menyembuhkan kanker bukan hal yang baru kita dengar. Pelitian terhadap hewan telah menunjukkan bahwa kandungan kurkumin pada kunyit dapat memerangi penyakit kanker.

Kurkumin dapat mengganggu pertumbuhan atau perkembangan sel kanker. Kurkumin juga dipercaya dapat mencegah penyebaran sel kanker. Menurut American Cancer Society, kurkumin bahkan mampu membunuh sel-sel kanker, mengecilkan tumor, serta meningkatkan efek kemoterapi pada hewan. Namun, penelitian pada manusia masih tahap awal.

5. Melindungi fungsi otak
Dalam penelitian terbaru, peneliti menemukan ar-turmeron atau turmeron aromatik yang juga terdapat pada kunyit dapat membantu perbaikan sel-sel batang di otak. Studi ini meneliti efek ar-turmeron pada tikus terhadap suatu sel punca yang juga ditemukan dalam otak orang dewasa. Sel punca ini berkaitan dengan pemulihan penyakit neurodegenerative seperti stroke dan alzheimer. Temuan ini menunjukkan, ar-turmeron berpotensi menjadi obat untuk penyakit yang menyerang otak itu. Studi terbaru pun menunjukkan bahwa konsumsi kunyit dapat meningkatkan ingatan pasien alzheimer.

6. Mengurangi nyeri sendi
Manfaat kunyit juga telah diteliti terhadap seseorang yang mengalami nyeri sendi. Peneliti menemukan bahwa manfaat suplemen dari ekstrak kunyit sama dengan obat ibuprofren yang dapat mengurangi nyeri pada sendi penderita osteoarthritis lutut.

Meski demikian, perlu selalu diingat untuk konsumsi suplemen dari ekstrak kunyit sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Sumber: Kompas.com

Tuesday, May 29, 2012

Kunyit Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Kunyit yang selama ini kita kenal sebagai bumbu masakan ternyata menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan. Sebuah riset kembali menemukan manfaat konsumsi kari (kunyit sebagai bumbu utama) dalam membantu mencegah infeksi baru dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

Para ilmuwan mengklaim bahwa senyawa yang ditemukan dalam kunyit dapat membantu meningkatkan kadar cathelicidin antimikroba peptida atau CAMP protein yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan berbagai bakteri, virus atau jamur. Seperti diketahui, kunyit merupakan rempah-rempah yang umum ditemukan di Asia dan telah digunakan selama 2.500 tahun dalam pengobatan tradisional India Ayurveda.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa vitamin D juga dapat meningkatkan kadar CAMP protein. Namun perbedaannya, kadar tinggi vitamin D dalam tubuh bisa menjadi racun dan dapat menyebabkan lebih banyak kalsium yang dilepas dalam darah sehingga menyebabkan hypercalcemia- yang dapat menyebabkan gejala seperti, tidak nafsu makan, mual, dan muntah.

Peneliti mengatakan bahwa hasil temuan ini bisa menjadi jalan bagi penelitian baru di bidang 
nutrisi dan farmakologi.

"Penelitian ini menjadi jalan baru untuk mengatur ekspresi gen CAMP," kata Adrian Gombart, seorang profesor biokimia dan biofisika di Linus Pauling Institute, Cornvallis, Oregon yang mempublikasikan temuan ini dalam Journal of Nutritional Biochemistry..

"Sungguh menarik dan agak mengejutkan bahwa kurkumin bisa melakukan itu dan ini dapat menjadi pilihan alternatif untuk mengembangkan terapi medis," tambahnya.

Gombart dan tim juga membandingkan efektivitas kurkumin dan omega-3 asam lemak dalam meningkatkan ekspresi gen CAMP. Hasilnya menunjukkan, asam lemak omega-3 tampaknya tidak berguna dalam meningkatkan protein. Sementara percobaan laboratorium menunjukkan, kurkumin pada kunyit memiliki kemampuan hampir tiga kali lipat mendongkrak kadar CAMP pada sel manusia.

"Kurkumin sebagai bagian dari kunyit, umumnya dikonsumsi dalam makanan pada tingkat yang cukup rendah," kata Gombart. "Namun, dengan konsumsi secara berkelanjutan dari waktu ke waktu seseorang bisa menjadi sehat dan membantu melindungi terhadap infeksi, terutama pada lambung dan usus," tambahnya.

Kurkumin, yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan, saat ini juga sedang dipelajari oleh para ilmuwan di Inggris sebagai suatu senyawa yang efektif untuk melawan kanker. Peneliti berharap, kurkumin dapat meningkatkan keberhasilan kemoterapi dan mengurangi efek samping.

"Kami telah menunjukkan bahwa kurkumin memiliki lebih dari 100 cara untuk merusak sel kanker, khususnya sel kanker di usus besar," kata Profesor Will Stewart dari England Universitas di Leicester.

"Salah satu mekanisme utama yang mempengaruhi cara kerja mereka (kurkumin) adalah bahwa mereka tumbuh di pembuluh darah," tambah Stewart.

Sumber: Kompas.com